Pengisian DIPA Harus “ONLINE” dan Penyusunan Anggaran Berdasarkan Prioritas

Ekonom dari PT Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan pemerintah harus menggunakan sistim “online” dalam mengisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk mempercepat penyerapan anggaran 2013.

“Memang sekarang sudah ada upaya untuk memperbaiki, tapi pengisian DIPA itu lambat sehingga semuanya harus bersifat `online`,” kata Lana Soelistianingsih yang dihubungi di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, sistim “online” itu dapat mencontoh RTGS (Real-Time Gross Settlement) yang ada di bank.

“Sistem RTGS adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per transaksi (individually processed/gross settlement) dan bersifat Real-time (electronically processed), di mana rekening peserta dapat di-debet/di-kredit berkali-kali dalam sehari sesuai dengan perintah pembayaran dan penerimaan pembayaran,” kata dia.

Ia menjelasakn melalui sistem RTGS, peserta pengirim mentransmisikan transaksi pembayaran ke pusat pengolahan sistem RTGS (RTGS Central Computer/RCC) di Bank Sentral (dalam hal ini Bank Indonesia untuk proses “settlement”. Jika proses itu berhasil, transaksi pembayaran akan diteruskan secara otomatis dan elektronis kepada peserta penerima.

Selain itu, lanjut dia, yang lebih substansial adalah penyusunan APBN harus berdasarkan prioritas karena pengeluaran kementerian/lembaga terlalu besar dan tidak sesuai dengan keperluan.

“Keperluannya sekarang tidak sebesar itu, barangkali sekitar 90 persen dari anggaran yang selama ini diajukan,” kata dia.

Ia mengungkapkan kementerian/lembaga yang berada di daerah terkadang mendapatkan dana dari APBN dan APBD sehingga membingungkan mana yang harus dipakai karena alokasi anggarannya kebanyakan.

“Inilah yang saya bilang anggarannya terlalu besar, mereka sendiri bingung dengan proyek-proyek mana yang berkualitas,” ujar dia.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Nasional FITRA Ahmad Erani Yustika. Menurut dia, pemerintah bisa menggunakan model “priority budget system” pada penyusunan APBN.

Menurut dia, dengan menggunakan model perencanaan konvensional, tidak tergambarkan persoalan kekinian karena pemerintah tidak menyusun prioritasnya Pihaknya mencatat pada 2012, APBN hanya terserap 97 persen dengan konsentrasi penyerapan terbesar pada triwulan terakhir.

“Sekitar 40 persen anggaran diserap pada triwulan keempat,” katanya.

Ia mengatakan selama ini pemerintah mengkambinghitamkan kegagalan tersebut pada regulasi, sehingga beberapa kebijakan sudah diubah tapi tidak bisa memperbaiki keadaan.

Padahal, persoalan itu sebetulnya bisa dilacak dari penggunaan sistem anggaran konvensional untuk menyusun APBN.

Ia mengungkapkan, akan berbeda bila pemerintah menerapkan anggaran berbasis prioritas dalam penyusunan APBN. Dengan metode ini, akan diputuskan fungsi utama pemerintah yang diikuti dengan pengukuran kinerja dan penyesuaian belanja berdasarkan prioritas.

Sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan pemerintah akan mengupayakan percepatan penyerapan anggaran belanja 2013, yang secara efektif berlaku mulai awal tahun, dengan melakukan beberapa langkah.

Menkeu mengatakan langkah tersebut adalah dengan meminta Kementerian Lembaga untuk menyerahkan DIPA lebih awal pada 10 Desember 2012 serta meningkatkan kapasitas para pengelola keuangan satuan kerja.

Kemudian, menyempurnakan regulasi dengan menerbitkan revisi Peraturan Presiden tentang pengadaan barang dan jasa yaitu Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2012 untuk mempercepat proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan oleh masing-masing satuan kerja dan penyerapan anggaran pada tahun 2013 diharapkan dapat berjalan lebih baik dan merata,” kata Menkeu.(rr)

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/ekonom-pengisian-dipa-harus-online-033023400–finance.html
dengan judul berita : “Ekonom: Pengisian DIPA Harus `Online`”
AntaraAntara – 2 jam 29 menit lalu

Iklan

Tentang Nurfirman Ephie

Bersahaja...Cinta dan mancintai keindahan, kejujuran dan keadilan.
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s