Tanduk Raja dan Tukang Pangkas Rambut

Ini sepenggal cerita pengantar tidur yang kudengar dari Gutuo (panggilan terhadap guru tua ketika mengaji di Surau pada masa kanak-kanak di kampung). Penggalan cerita ini teringat begitu saja saat resoma (rehat shalat zhuhur dan makan siang) di siang ini. Mungkin ini dibayangi oleh banyak kejadian dan berita-berita di media belakangan ini.

Ini penggalan cerita pengantar tidur di surau yang begitu saja terbayang :

Bahwa dahulu kala di sebuah negeri yang kaya raya memerintah seorang raja yang baik, arif dan bijaksana. Sang Raja selalu memakai mahkota yang menutup seluruh rambut di kepalanya. Kadang kala setelah rambut Sang Raja panjang barulah terlihat untaian rambutnya yang hitam tersembul dari balik beludru punutup kepala dibawah mahkota raja. Apabila sudah demikian, maka Sang Raja akan meminta kepada perdana menteri untuk mencarikan tukang pangkas rambut yang akan merapikan rambut raja.

Singkat cerita perdana menteri pun akan mencarikan tukang pangkas rambut terbaik di dalam negara itu. Setelah tukang pangkas rambut tiba di istana, maka tukang pangkas rambut pun masuk ke kamar raja yang hanya mereka berdua yang ada di dalam kamar tersebut. Setelah selesai rambut raja dipangkas oleh tukang pangkas, maka Sang Raja memanggil perdana menteri untuk mengambil jenazah si Tukang Pangkas, dengan perintah untuk menguburkannya secara wajar dan memberi jaminan hidup kepada keluarganya. Tentu saja sekali gus memberitahukan kepada khalayak ramai, bahwa si Tukang Pangkas telah terbunuh oleh Raja karena telah melakukan penghinaan terhadap raja.

Lalu apa yang terjadi di kamar raja antara Raja dengan Tukang Pangkas Rambut ?
Ini menjadi pertanyaan dari perdana menteri dan seluruh rakyat di negara tersebut. Namun tidak ada yang berani mempertanyakannya, karena raja memang mempunyai otoritas untuk itu. Sesungguhnya, tidak ada hal luar biasa yang terjadi, kecuali ketika si Tukang Pangkas telah selesai memangkas rambut raja. Maka Raja bertanya kepada Tukang Pangkas Rambutnya, “Apa yang kamu lihat di saat kamu memangkas rambut ?”
Si Tukang Pangkas pun menjawab dengan JUJUR dan APA ADAnya pertanyaan rajanya, “Tanduk di kepala raja.”
Maka raja pun serta merta memenggal leher si tukang pangkas rambut.
Demikianlah waktu terus belalu dan sudah banyak tukang pangkas rambut yang terbunuh oleh raja karena menghina simbol-simbol negara, yaitu Sang Raja. Dan tidak ada yang tahu apa yang telah terjadi, sehingga setiap tukang pangkas rambut selalu terbunuh oleh pedang raja dengan tuduhan yang sama.

Sehingga sampai suatu ketika, seorang tukang pangkas ramput pun telah sampai di kamar raja untuk memangkas rambut raja. Sepeti biasa, perdana menteri telah menyiapkan segala sesuatu untuk pemakaman si Tukang Pangkas dan biaya untuk jaminan hidup keluarganya. Namun kali ini, Sang Raja memanggil Perdana Menteri untuk memberikan penghargaan kepada si Tukang Pangkas dan hadiah istimewa untuk oleh-oleh dan kebutuhan hidupnya bersama keluarga. Sang Perdana Menteri pun menyiapkan apa yang dititahkan raja, dan si Tukang Pangkas Rambut pulang ke rumahnya dengan damai dan harta yang lebih dari cukup dari penghasilan seorang Tukang Pangkas Rambut.

Tidak ada juga yang tahu apa yang terjadi antara Raja dengan Tukang Pagkas Rambut, kecuali mereka berdua.
Sesungguhnya yang terjadi juga sederhana seperti sebelum-sebelumnya, yaitu ketika si Tukang Pangkas telah selesai memangkas rambut raja. Maka Raja bertanya kepada Tukang Pangkas Rambutnya, “Apa yang kamu lihat di saat kamu memangkas rambut ?”
Si Tukang Pangkas pun menjawab, “Saya melihat rambut raja yang panjang, kemudian saya pangkas dan kelihatan rapi dan gagah”. Dengan tersenyum sumbringah, Sang Raja berkata kepada Tukang Pangkas Rambut, “Engkau Tukang Pangkas Rambut yang baik dan akan mendapatkan ucapan terikan kasih dan upah yang cukup dari Rajamu.”

Iklan

Tentang Nurfirman Ephie

Bersahaja...Cinta dan mancintai keindahan, kejujuran dan keadilan.
Pos ini dipublikasikan di Akhlak, Inspirasi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Tanduk Raja dan Tukang Pangkas Rambut

  1. nurrahman18 berkata:

    jadi apakah si raja memang punya tanduk dlm arti sebenarnya atau kiasan? 😀

    • Nurfirman Ephie berkata:

      Dalam kisah ini, diceritakan bahwa Sang Raja memang mempunyai tanduk dan raja menganggap tanduk yang ada di kepalanya sesuatu yang sangat memalukan sehingga harus ditutup rapat rahasia itu.

      Kembali ke kondisi terkini, dari realita yang kita lihat…betapa setiap orang yang berani mengkritik apalagi membongkar sesuatu yang disembunyikan oleh “raja”, maka yang bersangkutan akan dicari jalan untuk membungkamnya (dipenggal lehernya dalam cerita di atas). Sehingga untuk kondisi terkini…tanduk tersebut bisa berarti kiasan. Bila kita lilat dari pengertian bahasa, kata “tanduk” mempunyai dua pengertian :
      Pertama : sesuatu yang tumbuh di kepala hewan tertentu yang terbuat dari zat tanduk.
      Kedua : tingkah laku (behavior), dalam pengertian ini sering ditulis dalam kata majemuk “tindak tanduk”.

      Sesuatu yang mengusik nurani ketika saya terigat ceritera ini adalah “apakah sekarang kita harus memilih sikap yang dipilih oleh tukang pangkas rambut yang terakhir atau tukang-tukang pangkas rambut sebelumnya ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s