Strategi Pembangunan TA 2011

Dalam Tahun Anggaran 2001, Indonesia menerapkan empat jalur strategi pembangunan. Demikian disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada rapat kerja gubernur, wali kota dan bupati di Balai Sidang Jakarta, pada Senin, 10 Januari 2011. 4 Jalur Strategi Pembangunan tersebut adalah :

1. pro pertumbuhan,

2. pro lapangan pekerjaan,

3. pro pengurangan kemiskinan, dan

4. pro pengelolaan lingkungan

Sedangkan dalam UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa Pembangunan Nasional diselenggarakan berdasarkan demokrasi dengan prinsip-prinsip :

1. kebersamaan,

2. berkeadilan,

3. berkelanjutan,

4. berwawasan lingkungan, serta

5. kemandirian

dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan Nasional.

Keempat jalur dan lima prinsip pembangunan tersebut sepertinya masih sejalan, kecuali jalur satu yang diragukan dilihat dalam pengalaman bernegara selama ini. Karena dalam faktanya jalur ini sering kali bertabrakan dengan prinsip ke-1, ke-2 dan ke-3.

Dan keraguan ini rasanya cukup beralasan bila disimak dari latar belakang lahirnya 4 jalur tersebut seperti dikemukannya dalam sambutan tersebut, “bahwa kebijakan itu selaras dengan rancangan pertumbuhan ekonomi dunia sebagaimana yang disepakati oleh kelompok ekonomi 20 (G20). Di tingkat dunia, G20 telah memutuskan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia mendatang adalah pertumbuhan yang kuat, berimbang dan berkelanjutan”.

Dan Pemerintah tampaknya serius untuk mewujudkan strategi tersebut, dimana seluruh kementerian/lembaga/instansi dan pemerintah provinsi telah mendapatkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2011 pada akhir Desember 2010 yang lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya agar sejak hari pertama tahun 2011 seluruh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) telah siap melayani pencairan dana untuk semua satuan kerja. Dalam  penyerahan DIPA pada bulan Desember 2010, beliau menyampaikan bahwa faktor ketepatan waktu pencairan dana tersebut penting untuk keberhasilan pelaksanaan program pembangunan yang telah direncanakan dengan baik dan matang.

lihat : http://id.news.yahoo.com/antr/20110110/tpl-indonesia-menerapkan-empat-jalur-str-cc08abe.html

Namun yang tampak masih belum sejalan dengan harapan dan fakta. Untuk melaksanakan DIPA TA 2011 yang sebagian besar terkait dengan pengadaan barang dan jasa pemerintah, aturannya telah diganti dari Keppres Nomor 80 Tahun 2003 menjadi Perpres Nomor 54 Tahun 2010, yang ditetapkan pada bulan 6 Agustus 2010. Menurut Perpres tersebut LKPP sudah harus menerbitkan Standar Dokumen Pengadaan (Standart Bidding Document) paling lambat 3 bulan sejak diundangkan (artinya pada 6 Nopember 2010), namun baru diterbitkan pada tanggal 28 Desember 2010. Sementara itu, untuk dilaksanakan di daerah, Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 sebagai panduan utama dalam pelaksanaan DPA (DIPAnya daerah) bertabrakan dan tidak sejalan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010.

Revisi dari Kepmendagri Nomor 13 Tahun 2006 yang sejalan dengan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 belum keluar atau belum sampai kepada tingkat pelaksana di daerah, apatah lagi disosialisasikan. Kita berharap, Permendagri pengganti Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 termasuk agenda pokok yang dibahas dalam Rapat Kerja Gubernur, Bupati/Walikota tersebut. Sehingga percepatan pelaksanaan DIPA/DPA untuk menbuka lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan (jalur 3 dan 4) di negeri ini dapat lebih cepat terlaksana. Sehingga dapat dibuktikan bahwa raker tersebut bukan lagi sekedar pencitraan.

 

Iklan

Tentang Nurfirman Ephie

Bersahaja...Cinta dan mancintai keindahan, kejujuran dan keadilan.
Pos ini dipublikasikan di Pembangunan Nasional. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s